Mengatur keuangan memang sangat penting. Gunanya, kita bisa mengukur prioritas yang perlu kita penuhi, dan mengesampingkan keinginan untuk membeli suatu barang, yang sebenarnya tidak penting-penting amat. Bahkan kalau bicara mengenai keuangan dan keluarga, mengelola keuangan pribadi, sangat menentukan keharmonisan rumah tangga kita. Wah bisa begitu ya?

Dilansir dari Orami.co.id, yang mengutip jurnal Feminism and Couple Finance, mengatakan bahwa pengelolaan keuangan di dalam rumah tangga, cenderung membawa keharmonisan hubungan suami-istri yang ditandai rasa bahagia dan stabil. Oleh karena itu, cara mengelola keuangan yang baik dapat berpengaruh bagi kualitas hubungan rumah tangga.

Untuk itu, agar kita bisa mengontrol pengeluaran secara bijaksana, kita membutuhkan trik tertentu yang bisa membuat keuangan pribadi kita bisa sehat secara finansial serta membuat kita terbebas dari namanya ‘kantong kering’ saat tanggal tua.

Artikel ini akan memberikan insight kepadamu dalam mengelola keuangan pribadi dengan cara budgeting. Makanya, baca keseluruhan isi artikel ini, supaya kamu lebih tahu dan mahir dalam mengelola pengeluaran pribadi.

Prinsip Pembagian Empat Golongan 40%, 30%, 20%, 10%

mengelola keuangan

Sebenarnya, dalam mengelola keuangan, kita bisa menggunakan cara-cara tertentu. Namun sistem budgeting ini bisa kamu gunakan untuk mencatat pengeluaranmu secara berkala. Walaupun penerapannya tidak semudah yang kita bayangkan. Tetapi penerapan sistem budgeting bermanfaat bagi kita untuk sadar semua pengeluaran yang telah kita lakukan. Misalnya membayar parkir, ongkos angkutan umum, membeli secangkir kopi, serta kebutuhan lainnya, yang tanpa sadar kita keluarkan.

Meskipun barang yang kita beli harganya murah, tapi jika diakumulasikan, nilainya akan membesar hingga melebihi kebutuhan pokokmu, contohnya makan. Oleh karena itu, penerapan pembagian empat golongan 40%, 30%, 20%, serta 10 %, bisa menjadi solusi permasalahan keuangan sejak dini.

Menerapkan Pembagian 40%

Mengalokasikan pembagian sebesar 40% dari gajimu di awal bulan, bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan utamamu (basic needs). Kenapa porsi pembagiannya paling besar? Hal ini harus kita lakukan, mengingat kebutuhan pokok merupakan komponen penting dalam hidup kita. Apabila kita tidak memenuhi kebutuhan tersebut, pastinya dapat mempengaruhi kelangsungan hidupmu. Seperti membeli makan, membayar listrik, sewa tempat tinggal, dan sebagainya.

Menerapkan Pembagian 30%

Langkah selanjutnya adalah menerapkan pembagian sejumlah 30% pada anggaran keuanganmu. Pembagian ini, bisa kamu gunakan untuk memulai investasi. Dengan melakukan investasi, artinya kamu sudah mempersiapkan diri dengan keadaan darurat yang menimpamu. Pastinya kita tidak mengharapkan sesuatu terjadi dalam hidup kita. Namun hal yang tidak terduga kadang kala menghampiri kita dengan tiba-tiba, misalnya sakit, kecelakaan, hingga kematian.

Kamu juga bisa mengalokasikan uangmu untuk membuka tabungan jangka panjang. Nantinya tabunganmu dapat menjadi modal di masa depan, yang kegunaanya bisa meng-upgrade kehidupanmu menjadi lebih baik lagi. Contohnya melangsungkan pernikahan serta investasi yang berguna untuk massive income-mu di hari esok.

Menerapkan Pembagian 20%

Nah untuk nilai 20% yang kamu alokasikan dari pendapatanmu ini, bisa diperuntukkan bagi kesenanganmu. Misalnya, membeli baju baru, beli makanan serta minuman kesukaanmu, jalan-jalan bareng teman, nonton bioskop, dan lain sebagainya. Tapi kamu perlu hati-hati. Kadang kala, sebagian orang justru membelanjakan uangnya hingga melebihi 20% dari alokasi pendapatannya. Makanya, nggak jarang kita pernah menjumpai keluh kesah ‘kantong kering’ jelang tanggal tua.

Menerapkan Pembagian 10%

Kamu dianjurkan untuk mengalokasikan pendapatanmu sejumlah 10% untuk kegiatan amal atau charity. Kita perlu sadar! Sebagian dari pendapatan kita, terdapat hak orang lain yang perlu kita berikan padanya. Dengan melakukan kegiatan amal, kita akan merasakan feels good, karena kita dapat berguna bagi orang yang membutuhkan.

Nah, itu tadi penerapan sistem budgeting yang bisa kamu gunakan untuk mengelola keuangan pribadimu. Agar kamu dapat tenang menjalani kehidupan tanpa rasa khawatir tentang masalah keuangan. Yuk terapkan sistem ini di pemasukanmu selanjutnya!