Mengatur keuangan keluarga memang sangat penting, apalagi kalau sudah berkeluarga dan punya anak. Perlu adanya perhitungan yang intens, agar setiap kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu mengatur keuangan keluarga, membuat kita tidak bimbang untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar, di waktu tidak terduga.

Misalnya sekarang ini, saat new normal tengah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, keuangan keluarga pun perlu kita perhatikan juga. Masalah kesehatan fisik memang menjadi prioritas kita. Oleh sebab itu, perlu adanya alokasi pengeluaran, untuk biaya pengobatan dan membeli obat kekebalan imun.

Saat pandemi pun, sebagian dari kita masih bekerja guna memenuhi kebutuhan hidup. Makanya perancangan dalam segi apapun untuk keperluan keluarga menjadi hal penting bagi kita semua, khususnya masalah keuangan. Untuk itu keuangan keluarga pun perlu sehat dengan langkah-langkah tertentu.

Lalu seperti apa keuangan yang sehat? Bagaimana menentukan keuangan keluarga kita ini masuk dalam kategori sehat? Yuk mengenali faktor penentu keuangan keluarga yang sehat, dengan membaca artikel ini hingga selesai!

Arus Kas Positif

Banyak diantara kita masih merasa khawatir setiap gajian. Kita selalu marasa cemas dengan pemasukan yang diterima, seperti merasa khawatir dan bertanya sendiri “apakah gajian bulan ini cukup ya?”, “apakah bisa buat memenuhi kebutuhan sehari-hari” dan masih banyak lagi. Dari pertanyaan-pertanyaan itu, sebenarnya sudah bisa disimpulkan kondisi perekonomian keluarga kita saat ini.

Oleh karena itu, perlu adanya persiapan, agar uang yang kita miliki tidak terbuang percuma, dengan membeli hal tidak penting ataupun tidak prioritas dalam kehidupan kita.

Memiliki Rasio Hutang yang Baik atau Produktif

Mungkin kita belum paham mengenai rasio hutang baik/produktif ini. Rasio hutang merupakan standard boleh/tidaknya kita mengambil hutang. Misalnya saat pendapatan kita sejumlah Rp 5.000.000, maka rasio hutang yang bisa kita ambil sejumlah Rp 1.750.000 atau 35% dari penghasilan yang kita terima setiap bulannya. Kalau jumlah yang kita ambil lebih dari 35%, maka kondisi keuangan keluarga kita belum bisa dikatakan sehat.

Apalagi apa yang kita keluarkan dengan mengambil hutang tersebut, adalah untuk memenuhi kebutuhan konsumtif bukan produktif. Kamu bisa mengambil hutang untuk keperluan produktif seperti meningkatkan skill dengan mengambil kelas pelatihan berbayar.

Mempunyai Dana Darurat

keuangan keluarga sehat

Umumnya kita yang memiliki dana darurat, pasti digunakan untuk keperluan darurat, seperti sakit. Namun ada pula yang belum memiliki dana darurat dalam keluarga mereka. Hal itu memiliki alasan yang cukup beragam seperti tidak tahu dana darurat itu apa, dan ada pula yang sudah tahu tapi sengaja tidak menyiapkannya, karena tidak mau ambil pusing dengan besaran dana darurat setiap potongan gajinya.

Adapun biaya dana darurat yang perlu disiapkan bagi satu keluarga sebesar 9-12 kali pengeluaran bulanan. Dengan menyisihkan pendapatan kita dalam bentuk dana darurat, kita mendapatkan manfaatnya dikemudian hari. Oleh karena itu, yuk mulai persiapkan dana darurat untuk keluarga kita!

Memiliki Asuransi yang Tepat

Keuangan keluarga yang sehat, juga ditentukan dengan adanya asuransi yang dipersiapkan sejak dini. Kita tidak mengetahui kejadian apa yang bisa terjadi dalam kehidupan kita. Maka dari itu, cara kita menjaga nilai ekonomi dari sebab kerugian yang menimpa kita, seperti kematian, bisa memberikan kemudahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Asuransi yang tepat bisa digunakan di hari esok, saat kita tidak bisa lagi melindungi keluarga yang kita tinggalkan. Oleh karena itu dalam memilih asuransi yang tepat, kita perlu berhati-hati dan jeli.

Sebenarnya banyak faktor yang menentukan keuangan keluarga kita bisa dikatakan sehat. Salah satunya dengan menerapkan finance planner yang tepat dengan kondisi keuanganmu. Kalau diperlukan pun kamu bisa berkonsultasi dengan seorang teman ataupun keluarga yang expert dalam bidangnya.