Kemampuan untuk mengatur keuangan saat ini sangatlah penting. Banyak cara digunakan untuk bisa sehat secara finansial setiap harinya. Bahkan diantara kita pun sering menggunakan langkah-langkah pengelolaan keuangan dari banyak orang yang didapatkan dari proses membaca buku, menonton video di youtube, dan lain sebagainya.

Tak lupa, kita pun kerap menggunakan aplikasi tertentu untuk mempermudah mengelola keuangan harian dan bulanan kita. Akhirnya sekarang ini, banyak kita temui aplikasi-aplikasi pembantu keuangan yang ada di Playstore.

Kalau kita menelisik lebih dalam, sebuah negara pastinya memiliki budaya sendiri untuk mengatur keuangannya. Tak terkecuali negara Jepang yang memiliki metode pengatur perencanaan serta pencatatan keuangan bernama Kakeibo. Metode Kakeibo ini dinilai cukup efektif untuk digunakan dalam pengaturan keuangan keluarga setiap harinya.

Metode Kakeibo sudah dikenal oleh masyarakat Jepang sejak tahun 1904. Dimana metode ini diperkenalkan pertama kali oleh jurnalis bernama Makoto Hani. Lalu kembali dibahas oleh seorang laki-laki bernama Fumiko Chiba pada tahun 2017 dalam buku yang berjudul Kakeibo : The Japanese Art Of Saving Money.

Metode Kakeibo

Menggunakan metode Kakeibo ini cukup mudah yaitu dengan cara mencatat pengeluaran sehari-hari ke dalam buku catatan. Konon, dengan menerapkan pencatatan pengeluaran kita, maka kita bisa menghemat aktivitas belanja sejumlah 35%.

Untuk mengenal lebih jauh bagaimana metode ini bisa bertahan digunakan oleh masyarakat Jepang, hingga diadopsi oleh masyarakat lain di luar negara Jepang. Alangkah baiknya, kalau kita belajar terlebih dahulu mindset sebelum menerapkan metode Kakeibo.

Sebelumnya, ketika kita mau memulai menerapkan metode Kakeibo ini. Kita terlebih dahulu bertanya dalam diri kita dengan pertanyaan, “berapa banyak uang yang kita miliki?”, “berapa banyak uang yang akan kita simpan?”, “berapa besar dana yang rutin kita belanjakan?”, “bagaimana cara memperbaiki keuangan untuk meningkatkan uang tabungan kita?”.

Setelah kita tahu apa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di kepala kita. Lalu kita bisa menyimpulkan, bahwa untuk pertanyaan “berapa banyak uang yang kita miliki?” memiliki arti agar kita tahu betul tentang pemasukan dari  gaji yang kita terima setiap bulannya.  Dari gaji tersebut kita juga bisa menghitung akumulasi pendapatan per-tahun yang kita miliki.

Lalu untuk pertanyaan kedua yaitu “berapa banyak uang yang kita simpan?”, memiliki arti bahwa kita perlu bersifat bijak menentukan jumlah uang yang kita simpan untuk keperluan di masa yang akan datang. Sekaligus menyadari uang belanja yang bisa kita gunakan untuk keperluan kebutuhan konsumtif.

Pertanyaan yang ketiga tentang “berapa besaran dana rutin yang kita belanjakan?”, mempunyai maksud, bahwa kita seharusnya mengkategorikan pengeluaran rutin harian kita, seperti kebutuhan makan dan uang ongkos kendaraan umum. Metode Kakeibo ini, menerapkan kategori pada pengeluaran kita sehari-hari berupa survival (kebutuhan pokok), optional (kebutuhan sekunder), culture (kebutuhan tambahan berupa wawasan), dan extra (pengeluaran lainnya).

Setelah melakukan pemahaman di pertanyaan ketiga, selanjutnya masuk di pertanyaan terakhir berupa “bagaimana cara memperbaiki keuangan untuk meningkatkan jumlah tabungan kita?” memiliki maksud agar kita bisa menentukan metode yang tepat dalam proses pengelolaan keuangan kita. Kita pun juga jadi bisa mengetahui bagian-bagian mana yang kurang baik dalam pengelolaan keuangan kita.

Kita juga jadi peka untuk bisa merasakan belanja harian pada item apa yang memerlukan biaya terlalu besar. Dan kita juga jadi tahu item mana yang bisa kita tekan harganya supaya berhemat. 

Selanjutnya, setelah kamu memahami empat pertanyaan tadi, kamu bisa memulai metode Kekeibo, untuk diterapkan dalam pengelolaan keuangan setiap harinya atau per-bulan nya.