Keadaan finansial seseorang terkadang tidak menentu sehingga dana pinjaman menjadi penolong ketika ada hal yang mendesak. Dengan meminjam sejumlah dana kita akan mendapatkan tambahan dana apabila simpanan yang dimiliki tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. 

Dana pinjaman bisa didapatkan di lembaga keuangan seperti Bank, berbagai aplikasi fintech yang menyediakan pinjaman online hingga rentenir. Namun banyak sekali kasus di mana orang-orang  terlilit utang pinjaman karena pengelolaan dana pinjaman yang tidak bijak. Tidak sedikit yang akhirnya terjebak untuk melakukan “gali lubang tutup lubang” menutupi hutang sebelumnya dengan mengajukan pinjaman lagi.

Padahal itu tidak mungkin terjadi jika dana pinjaman dikelola dengan baik oleh para debitur. Jadi untuk kamu yang sedang memiliki hutang atau baru berencana mengajukan pinjaman baik di Bank maupun aplikasi fintech, simak tips berikut ini agar kamu bisa memanfaatkan dana pinjaman tersebut secara bijak.

1. Pergunakan dana pinjaman sesuai dengan tujuan awal

Ketika seseorang mengajukan sejumlah dana pinjaman pasti sudah ada tujuannya untuk keperluan apakah dana tersebut. Misalnya, jika  alasan kamu meminjam dana untuk modal bisnis maka gunakanlah pinjaman tersebut untuk pemenuhan keperluan berbisnis. Jangan digunakan untuk keperluan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan tujuan awal tadi. 

2. Pastikan dana pinjaman terpisah dengan budget pribadi 

Cara berikutnya yang bisa kamu lakukan adalah memisahkan budget pribadi dan dana pinjaman yang kamu peroleh. Jangan sampai tercampur karena dengan begitu alokasi dana pinjaman kamu akan lebih tepat sasaran. 

Ini juga untuk menghindari agar di antara budget pribadi dan dana pinjaman tidak saling mengganggu satu sama lain. Cashflow pun akan berjalan sesuai rencana dan perhitungan.

3. Mencatat  keluar masuknya arus kas

Pastikan untuk mencatat dengan detail berapa jumlah dana pinjaman yang diajukan termasuk biaya bunga. Cicilan yang mesti dibayarkan setiap bulannya juga harus dicatat. Perhitungkan semuanya dengan pemasukan dan anggaran-anggaran lainnya secara detail setiap bulannya.

Dengan cara ini, kamu akan mengetahui antara total sisa dana pinjaman beserta masa tenornya dengan jumlah pemasukan yang harus diperoleh untuk mengangsur pinjaman. Hal tersebut untuk mengantisipasi agar kamu bisa melunasi pinjaman tepat waktu dan tidak dikenai denda. 

4. Melunasi dana pinjaman lebih awal

Apabila memungkinkan, tidak ada salahnya untuk melunasi pinjaman lebih awal dari masa tenor. Beberapa pihak yang memberikan pinjaman seperti Bank dan aplikasi pinjaman online memiliki kebijakan untuk bisa melunasi pinjaman lebih awal dengan menurunkan tingkat suku bunga. 

Ada juga kebijakan untuk kamu yang ingin mengangsur dana pinjaman dengan membayar lebih dari besaran angsuran yang harus dibayar tiap bulannya. Hal itu akan membuat kamu cepat terlepas dari jeratan hutang. 

Namun seperti yang sudah dijelaskan bahwa tidak semua pemberi pinjaman memiliki kebijakan tersebut. Beberapa malah akan memberikan penalti atau denda apabila debitur (peminjam) melunasi pinjaman lebih awal.

Itulah cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk memanfaatkan dana pinjaman dengan bijak. Namun sebelum memutuskan untuk mengajukan dana pinjaman, ada hal-hal yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut :

5. Menentukan tujuan atau kegunaan dan pinjaman

Sebelum memutuskan untuk meminjam sejumlah dana, tentukan terlebih dahulu alasan dan tujuanmu mengajukan dana pinjaman. Apakah tujuan itu benar-benar perlu suntikan dana tambahan ? Pertimbangkan dengan matang agar dana pinjaman bisa tepat sasaran. Selain itu, kamu juga perlu memperhitungkan kemampuanmu untuk melunasi pinjaman butuh waktu berapa lama (masa tenor).

6. Lakukan perhitungan untuk mengetahui jumlah dana yang akan dipinjam

Setelah menentukan tujuan peminjaman, alangkah lebih baiknya kamu lakukan perhitungan untuk tahu berapa jumlah dana pinjaman yang ingin diajukan. Dengan perhitungan tersebut, kamu juga bisa menentukan jenis pinjaman yang akan digunakan. 

Pastikan juga untuk tidak meminjam dana dengan nominal yang sangat banyak. Jika kamu sudah memiliki pinjaman itu berarti dibutuhkan komitmen yang besar untuk bisa melunasinya. Sebaiknya besaran angsuran tidak melebihi 30% dari pemasukan tiap bulannya. Jangan sampai dana pinjaman yang harusnya menjadi salah satu solusi untuk mencukupi kebutuhan darurat justru bisa berujung masalah.

7. Memilih besaran bunga 

Ketika hendak mengajukan pinjaman ke bank maupun aplikasi pinjaman online, kamu harus mencari tahu terlebih dahulu besaran bunga pinjaman yang akan dibebankan. Ketentuan dari setiap pihak pemberi pinjaman tersebut berbeda-beda. Lebih baik carilah yang menawarkan biaya bunga paling rendah atau sesuaikan dengan kemampuan finansialmu. Kamu juga perlu mengetahui bagaimana perhitungan bunga pinjamannya tersebut.

8. Bersiap untuk resiko terburuk

Pada saat kamu mengajukan pinjaman, kamu mempunyai pemasukan yang tetap dan stabil sehingga kamu yakin bisa melunasinya tepat waktu. Namun kamu juga harus siap mengambil resiko apabila kamu pemasukanmu berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali sedangkan cicilan hutang harus tetap dibayarkan.