Fresh Graduate Susah Cari Kerja

Di masa pandemi yang masih belum tahu kapan akan berakhir membuat banyak pensiunan mahasiswa merasa bingung akan bekerja apa setelah wisuda dan jika ingin menjadi pengusaha apa yang harus dipersiapkan masih bingung bagaimana langkah awal untuk memulainya, hal ini banyak membuat fresh graduate atau mahasiswa lulusan baru banyak yang menjadi pengangguran.

Bagi fresh graduate untuk mencari pekerjaan merupakan kegiatan yang seolah-olah seperti makanan sehari hari, karena di masa pandemi seperti saat ini membuat banyak dari mereka kesulitan mencari pekerjaan dan juga terkadang pekerjaan yang didapat tidak sesuai dengan konsentrasi ketika kuliah. hal ini dikarenakan banyak dari mereka masih awam dalam dunia pekerjaan atau bisa dikatakan tidak memiliki pengalaman bekerja, tentu saja hal tersebut menjadi pertimbangan perusahaan tidak menginginkan tenaga dari fresh graduate. salah satu faktor inilah yang membuat fresh graduate harus mengikuti aktivitas non akademik atau ketika masa masih kuliah bisa mencari pekerjaan sampingan yang banyak dilakukan untuk mencari pengalaman bekerja.

Tujuan akhir dari menempuh pendidikan tinggi adalah supaya lebih mudah mendapatkan pekerjaan, namun pada kenyataannya masih banyak lulusan terbaik universitas ternama di Indonesia masih menjadi beban orang tua alias pengangguran, dalam upaya meraih pekerjaan yang didambakan memang harus memiliki kemampuan yang mumpuni, kemampuan ini tidak selalu ada dalam sks berkuliah, karena di dalam pendidikan kuliah banyak menonjolkan teori daripada praktek, hal ini akan berpengaruh pada mahasiswa ketika sudah lulus di kemudian hari, lalu pemilihan jurusan dan konsentrasi pada saat kuliah juga mempengaruhi mudah atau tidaknya mendapat pekerjaan.

Salah jurusan atau hanya mengikuti minat bakat tidak menjadi jaminan kamu bakal mudah mendapat pekerjaan ketika lulus nanti, banyak perusahaan lebih memilih lulusan yang memiliki pengalaman bekerja daripada harus memilih lulusan terbaik dengan IPK tinggi maupun dari universitas terbaik, hal ini harus kamu pahami supaya tidak menjadi pengangguran ketika berlabel fresh graduate, dibawah ini ada beberapa contoh jurusan kuliah yang banyak tingkat pengangguran tinggi dan jurusan yang rendah pengangguran ,

1. Jurusan Rendah Pengangguran

  • Jurusan keuangan dan perbankan
  • Jurusan sistem Informatika
  • Jurusan psikologi
  • Jurusan ilmu komunikasi
  • Jurusan dengan konsentrasi desain grafis
  • Jurusan Hukum
  • Jurusan Manajemen
  • Jurusan Teknik mesin, elektro

2. Jurusan Tingkat Pengangguran Tinggi

  • Jurusan Teater
  • Jurusan Paralegal
  • Ilmu olahraga
  • Jurusan Pengembangan Manusia dan Studi Keluarga
  • Jurusan Administrasi layanan kesehatan
  • Jurusan Manajemen proyek
  • Jurusan Ilmu kedokteran Hewan
  • Jurusan Bahasa Asing

jadi kesimpulannya, jika kamu ingin menjadikan universitas sebagai batu loncatan supaya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, harus cermat dalam memilih jurusan supaya ketika lulusan baru tidak akan kebingungan dalam mencari pekerjaan, di sisi lain perusahaan yang membutuhkan tenagamu juga tidak akan ragu untuk merekrut karena sudah membaca dari CV yang kamu berikan kepada mereka.

Hal yang Membuat Fresh Graduate Pengangguran

Setelah selesai masa kuliah yang kurang lebih dari 4,5 tahun kamu akan mendapatkan gelar baru yaitu fresh graduate atau orang yang baru lulus pengenyam pendidikan di universitas. pasti kamu sudah tidak sabar untuk mencari pekerjaan yang didambakan karena sudah yakin jika menjadi lulusan universitas akan mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. akan tetapi masih banyak yang gagal karena mencari pekerjaan tidak semulus yang diperkirakan dan tidak sedikit yang berpredikat menjadi pengangguran dengan waktu yang cukup lama, salah satunya adalah hanya memikirkan jurusan yang diminati tanpa berpikir kedepannya apakah jurusan yang diambil akan memudahkan langkah mencari kerja atau tidak, dibawah ini akan diberikan beberapa penyebab fresh graduate menjadi pengangguran, simak uraiannya ya

  1. Tidak Memiliki Pengalaman Kerja
    Pengalaman menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk merekrut kamu menjadi karyawannya, hal ini salah satu yang sangat menghambat kinerja perusahaan karena kamu tidak terbiasa dalam lingkungan pekerjaan, karena didalam kuliah masih sering diberikan teori daripada praktikum.

  2. Kurang Percaya Kemampuan Diri
    tidak sedikit fresh graduate merasa tidak percaya diri ketika melamar ke perusahaan besar dan juga masih grogi ketika interview pertama bertemu dengan personalia atau HRD, hal ini membuat kamu akan tidak fokus dengan pertanyaan yang diajukan oleh perusahaan tersebut, lalu perusahaan akan memberikan nilai bahwa kamu tidak masuk dalam klasifikasi yang mereka inginkan.

  3. Pemilih Pekerjaan
    Ketika masuk dalam dunia pekerjaan akan membuatmu memiliki ekspektasi lebih dari posisi yang diberikan oleh perusahaan, namun di masa sulit mendapatkan pekerjaan seperti saat ini jika kamu lebih memilih milih pekerjaan maka akan membuat kamu menjadi pengangguran yang cukup lama, karena persaingan fresh graduate itu sangat banyak.

Tidak Memperhatikan Kualifikasi Lowongan
ketika berbicara lowongan pasti perusahaan memiliki kriteria masing-masing, namun masih banyak fresh graduate memaksakan diri untuk melamarnya secara asal-asalan sehingga tidak lolos seleksi.